{"id":241,"date":"2026-03-25T13:55:51","date_gmt":"2026-03-25T13:55:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/"},"modified":"2026-03-25T13:55:51","modified_gmt":"2026-03-25T13:55:51","slug":"top-ux-mistakes-beginners-fix","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/","title":{"rendered":"Kesalahan UX Teratas yang Dilakukan Pemula dan Cara Memperbaikinya Sejak Dini"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img alt=\"Comic book style infographic summarizing six common UX mistakes beginners make: ignoring user research, poor navigation, weak visual hierarchy, overlooking accessibility, missing system feedback, and skipping usability testing\u2014each paired with actionable fixes, presented in vibrant comic panels with bold typography and icons.\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.we-notes.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ux-mistakes-beginners-infographic-comic-book-style-16x9-1.jpg\"\/><\/figure>\n<\/div>\n<p>Desain pengalaman pengguna sering salah paham sebagai sekadar membuat sesuatu terlihat menarik. Meskipun estetika memainkan peran penting, inti dari UX terletak pada fungsionalitas, logika, dan empati. Bagi mereka yang memulai perjalanan, kurva pembelajaran bisa sangat curam. Banyak desainer terjebak dalam jebakan yang merusak ketergunaan produk mereka. Kesalahan-kesalahan ini sering berasal dari kurangnya pengalaman atau terlalu mengandalkan intuisi daripada bukti.<\/p>\n<p>Panduan ini membahas kesalahan-kesalahan paling umum yang dihadapi oleh pemula di bidang ini. Dengan memahami kesalahan-kesalahan ini dan menerapkan langkah-langkah perbaikan, Anda dapat membuat antarmuka yang intuitif dan efektif. Kami akan mengeksplorasi dasar psikologis di balik pilihan desain dan memberikan langkah-langkah konkret untuk memperbaikinya.<\/p>\n<h2>1. Mengabaikan Penelitian Pengguna dan Mengandalkan Asumsi \ud83e\udde0<\/h2>\n<p>Salah satu kesalahan paling umum adalah merancang berdasarkan apa yang menurut desainer pengguna inginkan, bukan apa yang sebenarnya dibutuhkan pengguna. Pendekatan berbasis asumsi ini sering menghasilkan fitur yang tidak digunakan atau membingungkan. Pemula sering mengabaikan tahap penelitian untuk menghemat waktu, dengan percaya bahwa mereka bisa menebak kebutuhan secara intuitif.<\/p>\n<p><strong>Tanda-tanda Anda Sedang Melakukan Kesalahan Ini:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kurangnya Persona:<\/strong> Anda tidak memiliki profil yang jelas tentang siapa yang akan menggunakan produk ini.<\/li>\n<li><strong>Bias Pribadi:<\/strong> Keputusan didorong oleh preferensi atau kebiasaan Anda sendiri.<\/li>\n<li><strong>Konteks yang Hilang:<\/strong> Anda tidak tahu di mana atau bagaimana pengguna akan mengakses antarmuka ini.<\/li>\n<li><strong>Kebocoran Fitur:<\/strong> Produk mencakup terlalu banyak fitur tanpa justifikasi yang jelas.<\/li>\n<li><strong>Tidak Ada Validasi:<\/strong> Anda belum meminta siapa pun untuk menguji desain sebelum diluncurkan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Mengapa Hal Ini Terjadi<\/h3>\n<p>Penelitian membutuhkan waktu dan usaha. Ini melibatkan penjadwalan wawancara, pembuatan survei, dan analisis data. Bagi pemula, proses ini bisa terasa seperti penghalang untuk memulai pekerjaan desain yang sebenarnya. Namun tanpa data, Anda pada dasarnya hanya menebak-nebak. Bias kognitif memainkan peran besar di sini; desainer mengasumsikan bahwa cara berpikir mereka bersifat universal.<\/p>\n<h3>Solusinya<\/h3>\n<p>Mulailah dengan data kualitatif dan kuantitatif. Lakukan wawancara pengguna untuk memahami titik-titik kesulitan. Buat survei untuk mengumpulkan wawasan yang lebih luas. Kembangkan persona pengguna yang secara akurat mewakili audiens target Anda. Gunakan persona ini untuk membimbing setiap keputusan desain. Jika Anda tidak dapat membenarkan suatu fitur berdasarkan kebutuhan pengguna, hapus fitur tersebut.<\/p>\n<p><strong>Kiat Profesional:<\/strong> Bahkan wawancara sederhana selama lima menit dengan pengguna potensial lebih baik daripada tidak melakukan penelitian sama sekali. Validasi ide-ide Anda sejak dini dan secara rutin.<\/p>\n<h2>2. Arsitektur Informasi dan Navigasi yang Buruk \ud83e\udded<\/h2>\n<p>Arsitektur Informasi (IA) adalah kerangka kerja dari desain Anda. Ini menentukan bagaimana konten diorganisasi dan diberi label. Pemula sering membuat struktur navigasi yang rumit yang membingungkan pengguna. Mereka mungkin menyembunyikan tautan penting jauh di dalam submenu atau menggunakan istilah teknis yang tidak dipahami oleh audiens.<\/p>\n<p><strong>Tanda-tanda Anda Sedang Melakukan Kesalahan Ini:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Jalur Klik yang Dalam:<\/strong> Pengguna harus mengklik terlalu banyak kali untuk mencapai tujuan.<\/li>\n<li><strong>Label yang Samar:<\/strong> Item menu seperti &#8216;Sumber Daya&#8217; atau &#8216;Solusi&#8217; terlalu ambigu.<\/li>\n<li><strong>Penempatan yang Tidak Konsisten:<\/strong> Bilah navigasi berpindah-pindah di berbagai halaman.<\/li>\n<li><strong>Pencarian Hilang:<\/strong>Tidak ada fungsi pencarian untuk situs yang padat kontennya.<\/li>\n<li><strong>Tidak Ada Jejak Roti:<\/strong>Pengguna tersesat dan tidak bisa menemukan jalan kembali.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Mengapa Ini Terjadi<\/h3>\n<p>Desainer sering fokus pada daya tarik visual menu daripada fungsinya. Mereka mungkin ingin menyembunyikan kekacauan, tetapi hal ini justru menciptakan kompleksitas tersembunyi. Alasan lain adalah kurangnya pemahaman terhadap model mental. Pengguna mengharapkan pola tertentu, seperti logo yang mengarah ke halaman utama atau ikon keranjang belanja untuk pembelian.<\/p>\n<h3>Solusinya<\/h3>\n<p>Gunakan teknik pengurutan kartu untuk mengatur konten secara logis. Pertahankan navigasi yang dangkal; tujuannya tidak lebih dari tiga klik untuk mencapai bagian utama apa pun. Gunakan label yang jelas dan deskriptif yang sesuai dengan kosakata pengguna. Terapkan jejak roti untuk menunjukkan lokasi saat ini. Pastikan konsistensi di seluruh halaman agar pengguna dapat membentuk model mental yang dapat diandalkan tentang situs tersebut.<\/p>\n<h2>3. Mengabaikan Hierarki Visual dan Tipografi \ud83d\udd24<\/h2>\n<p>Hierarki visual membimbing mata pengguna melalui konten. Ini memberi tahu mereka apa yang harus dilihat pertama, kedua, dan ketiga. Pemula sering membuat semua hal sama. Mereka menggunakan ukuran, ketebalan, dan warna font yang sama untuk judul, teks tubuh, dan tombol. Hal ini menciptakan desain datar yang gagal memprioritaskan informasi.<\/p>\n<p><strong>Tanda Anda Sedang Melakukan Kesalahan Ini:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Ukuran Teks Seragam:<\/strong>Judul terlihat sama dengan paragraf.<\/li>\n<li><strong>Kontras Buruk:<\/strong>Teks sulit dibaca di atas latar belakang.<\/li>\n<li><strong>Terlalu Banyak Font:<\/strong>Menggunakan tiga atau lebih jenis huruf membingungkan mata.<\/li>\n<li><strong>Teks Tubuh yang Dibuat Tengah:<\/strong>Blok teks panjang yang dibuat tengah sulit dibaca secara cepat.<\/li>\n<li><strong>Mengabaikan Ruang Kosong:<\/strong>Elemen-elemen berdesakan tanpa ruang untuk bernapas.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Mengapa Ini Terjadi<\/h3>\n<p>Tipografi adalah alat yang kuat yang sering tidak dimanfaatkan secara maksimal. Pemula mungkin takut membuat teks besar atau tebal, karena mengira terlihat &#8216;bising&#8217;. Mereka juga mungkin kurang memahami rasio kontras. Tanpa hierarki yang jelas, pengguna harus memindai seluruh halaman untuk menemukan informasi yang relevan, sehingga meningkatkan beban kognitif.<\/p>\n<h3>Solusinya<\/h3>\n<p>Tetapkan skala tipografi yang jelas. Gunakan ukuran dan ketebalan untuk membedakan antara judul dan teks tubuh. Pastikan kontras warna yang cukup untuk kemudahan membaca. Gunakan maksimal dua atau tiga jenis huruf. Gunakan ruang kosong untuk mengelompokkan konten yang terkait dan memisahkan bagian-bagian yang berbeda. Hanya rata tengahkan teks untuk judul pendek atau pernyataan desain khusus.<\/p>\n<h2>4. Mengabaikan Aksesibilitas dan Inklusi \u267f<\/h2>\n<p>Aksesibilitas memastikan bahwa orang dengan disabilitas dapat menggunakan produk Anda. Ini bukan pertimbangan terakhir; ini adalah kebutuhan dasar. Pemula sering mendesain untuk diri mereka sendiri, dengan mengasumsikan semua orang memiliki penglihatan, pendengaran, dan keterampilan motorik yang sempurna. Hal ini mengecualikan sebagian besar populasi.<\/p>\n<p><strong>Tanda Anda Sedang Melakukan Kesalahan Ini:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kontras Warna Rendah:<\/strong> Teks hampir tidak terlihat di atas latar belakang.<\/li>\n<li><strong>Tidak Ada Teks Alternatif:<\/strong>Gambar tidak memiliki deskripsi untuk pembaca layar.<\/li>\n<li><strong>Perangkap Keyboard:<\/strong>Pengguna tidak dapat menavigasi hanya dengan menggunakan keyboard.<\/li>\n<li><strong>Target Sentuhan Kecil:<\/strong>Tombol terlalu kecil untuk pengguna mobile.<\/li>\n<li><strong>Ketidakhadiran Status Fokus:<\/strong>Tidak jelas elemen mana yang dipilih.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Mengapa Ini Terjadi<\/h3>\n<p>Standar aksesibilitas seperti WCAG bisa terasa menakutkan. Pemula mungkin berpikir ini hanya untuk pengguna tertentu. Mereka juga mungkin memprioritaskan kecepatan daripada kepatuhan. Namun, desain yang tidak dapat diakses menyebabkan risiko hukum dan membuat pengguna merasa terasing. Ini juga merusak pengalaman bagi semua orang, bukan hanya mereka yang memiliki disabilitas.<\/p>\n<h3>Solusinya<\/h3>\n<p>Ikuti panduan WCAG mengenai rasio kontras warna. Tambahkan teks alternatif untuk semua gambar yang bermakna. Pastikan semua elemen interaktif dapat diakses dengan keyboard. Buat target sentuhan minimal 44 piksel kali 44 piksel. Berikan indikator fokus untuk navigasi. Uji desain Anda menggunakan perangkat lunak pembaca layar untuk memahami pengalaman dari sudut pandang yang berbeda.<\/p>\n<h2>5. Kurangnya Umpan Balik Sistem dan Desain Interaksi \u2699\ufe0f<\/h2>\n<p>Pengguna perlu tahu bahwa sistem telah menerima masukan mereka. Jika mereka menekan tombol dan tidak terjadi apa-apa, mereka akan menganggap sistem rusak. Pemula sering lupa memberikan umpan balik visual atau audio. Mereka merancang jalur &#8216;bahagia&#8217; tetapi mengabaikan kondisi ketika sesuatu gagal atau sedang diproses.<\/p>\n<p><strong>Tanda-tanda Anda Sedang Melakukan Kesalahan Ini:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tombol Hantu:<\/strong>Tombol yang terlihat bisa diklik tetapi tidak merespons.<\/li>\n<li><strong>Keheningan Saat Memuat:<\/strong>Tidak ada indikator saat konten sedang diambil.<\/li>\n<li><strong>Pesan Kesalahan yang Hilang:<\/strong>Pengguna tidak tahu mengapa pengiriman formulir gagal.<\/li>\n<li><strong>Tidak Ada Status Keberhasilan:<\/strong>Pengguna tidak tahu apakah tugas telah selesai.<\/li>\n<li><strong>Formulir Statis:<\/strong>Bidang input tidak berubah saat difokuskan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Mengapa Ini Terjadi<\/h3>\n<p>Desainer fokus pada keadaan akhir antarmuka. Mereka mengasumsikan backend akan menangani segalanya secara instan. Mereka lupa bahwa pengguna cemas selama periode menunggu. Tanpa umpan balik, pengguna mungkin menekan berkali-kali, menyebabkan tindakan ganda atau kesalahan.<\/p>\n<h3>Solusinya<\/h3>\n<p>Terapkan spinner pemuatan atau batang kemajuan untuk semua tindakan. Gunakan mikro-interaksi untuk menunjukkan tekanan tombol. Tampilkan pesan kesalahan yang jelas yang menjelaskan apa yang salah dan bagaimana memperbaikinya. Tampilkan pesan keberhasilan untuk mengonfirmasi penyelesaian. Ubah tampilan bidang input saat sedang aktif. Detail kecil ini membangun kepercayaan dan rasa percaya diri.<\/p>\n<h2>6. Mengabaikan Pengujian Kegunaan dan Validasi \ud83e\uddea<\/h2>\n<p>Pengujian adalah jaring pengaman terakhir sebelum produk diluncurkan. Pemula sering mengabaikan langkah ini, percaya desain mereka sempurna. Mereka mengandalkan ulasan internal daripada umpan balik pengguna nyata. Hal ini menyebabkan ditemukannya masalah setelah peluncuran, ketika perbaikannya mahal.<\/p>\n<p><strong>Tanda-tanda Anda Sedang Melakukan Kesalahan Ini:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Hanya Internal:<\/strong>Hanya anggota tim yang meninjau desain.<\/li>\n<li><strong>Tidak Ada Prototipe:<\/strong> Anda langsung melompat ke pengembangan tanpa menguji alur.<\/li>\n<li><strong>Mengabaikan Data:<\/strong> Analitik tidak ditinjau setelah peluncuran.<\/li>\n<li><strong>Desain Defensif:<\/strong> Anda menolak menerima kritik terhadap tata letak.<\/li>\n<li><strong>Kesuksesan yang Diasumsikan:<\/strong> Anda mengasumsikan penggunaan tinggi berarti desain yang baik.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Mengapa Hal Ini Terjadi<\/h3>\n<p>Pengujian membutuhkan rekrutmen peserta dan menganalisis hasil. Ini mengambil waktu dari fitur baru. Ada juga rasa takut gagal di depan stakeholder. Namun, pengujian mengungkap kebenaran. Menunjukkan di mana desain gagal dan di mana desain berhasil.<\/p>\n<h3>Solusinya<\/h3>\n<p>Lakukan sesi pengujian kegunaan secara rutin. Gunakan prototipe untuk menguji alur sebelum membangun. Amati pengguna saat menyelesaikan tugas tanpa membantu mereka. Kumpulkan data kualitatif dan kuantitatif. Bersedia melakukan iterasi berdasarkan temuan. Setelah peluncuran, pantau analitik untuk titik kegagalan dan sesuaikan secara tepat.<\/p>\n<h2>Ringkasan Kesalahan Umum dan Solusinya<\/h2>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Kesalahan Umum<\/th>\n<th>Konsekuensi<\/th>\n<th>Solusi yang Disarankan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Mengabaikan Penelitian Pengguna<\/td>\n<td>Fitur yang tidak dibutuhkan pengguna<\/td>\n<td>Lakukan wawancara dan survei<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Navigasi yang Buruk<\/td>\n<td>Pengguna cepat bingung<\/td>\n<td>Batasi klik dan gunakan label yang jelas<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Tidak Ada Hierarki Visual<\/td>\n<td>Konten sulit dibaca secara cepat<\/td>\n<td>Gunakan ukuran, ketebalan, dan ruang kosong<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ketidakpedulian Aksesibilitas<\/td>\n<td>Mengecualikan pengguna disabilitas<\/td>\n<td>Ikuti pedoman WCAG<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Tidak Ada Umpan Balik Sistem<\/td>\n<td>Pengguna mengira sistem rusak<\/td>\n<td>Tambahkan status dan pesan pemuatan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Melewatkan Pengujian<\/td>\n<td>Perbaikan mahal setelah peluncuran<\/td>\n<td>Uji dengan pengguna nyata sejak awal<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>Pikiran Akhir tentang Pertumbuhan Desain \ud83c\udf31<\/h2>\n<p>Menjadi ahli dalam desain pengalaman pengguna adalah proses yang berkelanjutan. Ini membutuhkan kesabaran, pengamatan, dan kemauan untuk belajar dari kesalahan. Dengan menghindari jebakan umum ini, Anda membangun fondasi yang kuat untuk pekerjaan Anda. Ingatlah bahwa desain yang baik bersifat tak terlihat; ia berfungsi secara mulus tanpa pengguna menyadari usaha di baliknya.<\/p>\n<p>Fokus pada pengguna terlebih dahulu. Pertahankan penelitian Anda tetap berakar pada kenyataan. Uji asumsi Anda secara rutin. Seiring Anda mendapatkan pengalaman, Anda akan mengembangkan intuisi yang lebih baik tentang apa yang bekerja. Perjalanan ini melibatkan coba-coba dan kesalahan, tetapi setiap kesalahan adalah pelajaran yang memperbaiki pekerjaan Anda di masa depan. Tetaplah penasaran dan terus berulang-ulang.<\/p>\n<p>Desain bukan hanya tentang piksel; itu tentang manusia. Ketika Anda memprioritaskan kebutuhan manusia daripada preferensi pribadi, produk Anda menjadi lebih berharga. Teruslah belajar, berlatih, dan menyempurnakan keterampilan Anda. Desain terbaik adalah yang menyelesaikan masalah nyata bagi orang-orang nyata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Desain pengalaman pengguna sering salah paham sebagai sekadar membuat sesuatu terlihat menarik. Meskipun estetika memainkan peran penting, inti dari UX terletak pada fungsionalitas, logika, dan empati. Bagi mereka yang memulai&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":242,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_yoast_wpseo_title":"Kesalahan UX Teratas yang Dilakukan Pemula & Cara Memperbaikinya","_yoast_wpseo_metadesc":"Pelajari kesalahan desain UX umum yang dibuat desainer pemula. Temukan solusi praktis untuk navigasi, aksesibilitas, dan ketergunaan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.","inline_featured_image":false,"fifu_image_url":"","fifu_image_alt":"","footnotes":""},"categories":[17],"tags":[6,16],"class_list":["post-241","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ux-design","tag-academic","tag-ux-design"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kesalahan UX Teratas yang Dilakukan Pemula &amp; Cara Memperbaikinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari kesalahan desain UX umum yang dibuat desainer pemula. Temukan solusi praktis untuk navigasi, aksesibilitas, dan ketergunaan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kesalahan UX Teratas yang Dilakukan Pemula &amp; Cara Memperbaikinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari kesalahan desain UX umum yang dibuat desainer pemula. Temukan solusi praktis untuk navigasi, aksesibilitas, dan ketergunaan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"We Notes Indonesia\u2013 Collaborative AI Insights &amp; Intelligence Hub\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-25T13:55:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/ux-mistakes-beginners-infographic-comic-book-style-16x9-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1664\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"928\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"vpadmin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/\"},\"author\":{\"name\":\"vpadmin\",\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#\/schema\/person\/6fb9f9e55a3031c51049e541adf4642c\"},\"headline\":\"Kesalahan UX Teratas yang Dilakukan Pemula dan Cara Memperbaikinya Sejak Dini\",\"datePublished\":\"2026-03-25T13:55:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/\"},\"wordCount\":1631,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/ux-mistakes-beginners-infographic-comic-book-style-16x9-1.jpg\",\"keywords\":[\"academic\",\"ux design\"],\"articleSection\":[\"UX Design\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/\",\"url\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/\",\"name\":\"Kesalahan UX Teratas yang Dilakukan Pemula & Cara Memperbaikinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/ux-mistakes-beginners-infographic-comic-book-style-16x9-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-03-25T13:55:51+00:00\",\"description\":\"Pelajari kesalahan desain UX umum yang dibuat desainer pemula. Temukan solusi praktis untuk navigasi, aksesibilitas, dan ketergunaan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/ux-mistakes-beginners-infographic-comic-book-style-16x9-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/ux-mistakes-beginners-infographic-comic-book-style-16x9-1.jpg\",\"width\":1664,\"height\":928},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kesalahan UX Teratas yang Dilakukan Pemula dan Cara Memperbaikinya Sejak Dini\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/\",\"name\":\"We Notes Indonesia\u2013 Collaborative AI Insights &amp; Intelligence Hub\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#organization\",\"name\":\"We Notes Indonesia\u2013 Collaborative AI Insights &amp; Intelligence Hub\",\"url\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/we-notes-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/we-notes-logo.png\",\"width\":1042,\"height\":322,\"caption\":\"We Notes Indonesia\u2013 Collaborative AI Insights &amp; Intelligence Hub\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#\/schema\/person\/6fb9f9e55a3031c51049e541adf4642c\",\"name\":\"vpadmin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e0eb902506d9cea7c7e209205383146b8e81c0ef2eff693d9d5e0276b3d7e3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e0eb902506d9cea7c7e209205383146b8e81c0ef2eff693d9d5e0276b3d7e3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"vpadmin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.we-notes.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/author\/vpadmin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kesalahan UX Teratas yang Dilakukan Pemula & Cara Memperbaikinya","description":"Pelajari kesalahan desain UX umum yang dibuat desainer pemula. Temukan solusi praktis untuk navigasi, aksesibilitas, dan ketergunaan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kesalahan UX Teratas yang Dilakukan Pemula & Cara Memperbaikinya","og_description":"Pelajari kesalahan desain UX umum yang dibuat desainer pemula. Temukan solusi praktis untuk navigasi, aksesibilitas, dan ketergunaan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.","og_url":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/","og_site_name":"We Notes Indonesia\u2013 Collaborative AI Insights &amp; Intelligence Hub","article_published_time":"2026-03-25T13:55:51+00:00","og_image":[{"width":1664,"height":928,"url":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/ux-mistakes-beginners-infographic-comic-book-style-16x9-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"vpadmin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":false,"Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/"},"author":{"name":"vpadmin","@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#\/schema\/person\/6fb9f9e55a3031c51049e541adf4642c"},"headline":"Kesalahan UX Teratas yang Dilakukan Pemula dan Cara Memperbaikinya Sejak Dini","datePublished":"2026-03-25T13:55:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/"},"wordCount":1631,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/ux-mistakes-beginners-infographic-comic-book-style-16x9-1.jpg","keywords":["academic","ux design"],"articleSection":["UX Design"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/","url":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/","name":"Kesalahan UX Teratas yang Dilakukan Pemula & Cara Memperbaikinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/ux-mistakes-beginners-infographic-comic-book-style-16x9-1.jpg","datePublished":"2026-03-25T13:55:51+00:00","description":"Pelajari kesalahan desain UX umum yang dibuat desainer pemula. Temukan solusi praktis untuk navigasi, aksesibilitas, dan ketergunaan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/ux-mistakes-beginners-infographic-comic-book-style-16x9-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/ux-mistakes-beginners-infographic-comic-book-style-16x9-1.jpg","width":1664,"height":928},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/top-ux-mistakes-beginners-fix\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kesalahan UX Teratas yang Dilakukan Pemula dan Cara Memperbaikinya Sejak Dini"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#website","url":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/","name":"We Notes Indonesia\u2013 Collaborative AI Insights &amp; Intelligence Hub","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#organization","name":"We Notes Indonesia\u2013 Collaborative AI Insights &amp; Intelligence Hub","url":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/we-notes-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/20\/2026\/03\/we-notes-logo.png","width":1042,"height":322,"caption":"We Notes Indonesia\u2013 Collaborative AI Insights &amp; Intelligence Hub"},"image":{"@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#\/schema\/person\/6fb9f9e55a3031c51049e541adf4642c","name":"vpadmin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e0eb902506d9cea7c7e209205383146b8e81c0ef2eff693d9d5e0276b3d7e3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e0eb902506d9cea7c7e209205383146b8e81c0ef2eff693d9d5e0276b3d7e3?s=96&d=mm&r=g","caption":"vpadmin"},"sameAs":["https:\/\/www.we-notes.com"],"url":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/author\/vpadmin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/241","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=241"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/241\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/242"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.we-notes.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}